Seputar Lampu Sein

Siapa sih yg tak kenal ama lampu sein, lampu yg (harusnya) selalu ada di kendaraan bermotor, itu lho yg warnanya kuning sedikit agak oranye. Kenapa kok warnanya kuning? kenapa kok berkedip?


Lampu sein berasal dari kata sign lamp, karena lidah orang Indonesia kata sign di jadikan sein biar mudah ngomongnya heheheh ngawurrrr. Oke dilanjut, kenapa lampu sein kok warnanya kuning? Kita balik lagi pada jaman awal lampu sein diciptakan (mbuh sing nyiptakan siapa). Awalnya lampu sein ini berwarna merah, bukan tidak lain karena cahaya merah memiliki panjang gelombang yg paling panjang, baca ulasannya di sini jadi para ahli membuat lampu sein dengan warna merah. Dan semakin lama karena keadaan di jalan beda dengan di laboratorium, adakalanya warna merah ini rancu dengan lampu rem atau lstop lamp. Mulailah para ahli berfikir ulang untuk menciptakan lampu sein dengan warna yg berbeda. Dan seperti ulasan kita tentang lampu rem dan panjang gelombang kemarin, warna yg memiliki panjang gelombang dibawah warna merah adalah kuning, jadi dibuatlah warna kuning. Walaupun sekarang di Amerika utara sana masih ada produsen mobil yg memproduksi dengan lampu sein berwarna merah. Maka dari itu jangan pernah mengganti warna lampu pada sein, karena dengan mengganti warna sein mencerminkan KEBODOHAN dirimu.

Selanjutnya kenapa kok berkedip? Karena kelilipan:mrgreen: hahaha bercanda…. Alasannya adalah untuk menarik perhatian pengendara di depan dan belakang kendaraan. Analoginya, ehmmm, jika ada cewek mengedipkan mata sebelah, dipastikan cowok akan memperhatikan wanita itu, yo po yo? nah sein juga seperti itu, untuk mendapatkan perhatian agar pesan yg disampaikan melalui sein dapat di terima oleh pengendara lain. Gitu….

Ada juga masalah hazard, atau lampu sein kanan dan kiri yg menyala bersamaan. Hazard ini KHUSUS berguna untuk mobil (motor tidak memerlukan hazard) yg sedang mogok atau BERHENTI dalam keadaan darurat. Jadi dengan dinyalakannya hazard ini bisa memberitahukan para petugas atau orang lain kalo mobilnya sedang mogok. Tapi penerapan di jalan sungguh berbanding terbalik. Hazard dinyalakan justru saat sedang melaju kencang atau bahkan sedang konvoi, yg melakukan itu berarti BODOH, gak pernah membaca! Bahkan pernah juga oknum aparat menyalakan hazard saat akan jalan lurus😦 . Nah ternyata kelakuan menyalakan hazard saat sedang melaju menular juga kepada oknum biker. Saat ngebut nyalakan hazard, saat konvoi nyalakan hazard, CePeDeeeee…… Woi, motor ditakdirkan tidak memiliki hazard woi, lha gimana, wong kalo rusak masih bisa dituntun, beda ama mobil, kalo rusak gak bisa dituntun… Di beberapa negara eropa sana, menyalakan hazard saat sedang melaju adalah sebuah pelanggaran berat dan bisa ditilang dengan nilai yg tinggi. Indonesia? Boro-boro ditilang, lha gak ada seinnya aja gak ditilang apalagi hazard… Menyalakan hazard saat sedang melaju itu berbahaya karena pengendara di belakang maupun di depan tidak mengetahui arah yg akan dituju saat akan pindah jalur maupun saat akan belok.

Makanya, mulai sekarang buat teman-teman yg hobi mengganti warna lampu sein, suka menyalakan hazard saat melaju maupun suka sein kiri belok kanan dan gak suka nyalakan sein saat akan belok (ganti jalur), segera rubah kebiasaan itu. Karena kebiasaan seperti itu cepat atau lambat akan menimbulkan bencana, baik bagi kalian sendiri maupun orang lain. Selamat berkendara aman.

Pos ini dipublikasikan di semua, seputar motor dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Seputar Lampu Sein

  1. basa jawane riting. ada yg malah sein nyala kanan kiri saat ngerem.
    memang makin banyak yg nyleneh di negeri ini, termasuk mau UN kok sowan ke Ponari. kembali ke zaman majapahit kayaknya nih😀

  2. ali wae berkata:

    Ho oh, riting, lali aku hihihi

  3. setia1heri berkata:

    itoe betoel adanja😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s